Wednesday, 2 August 2017

PEMBUAL



Hallo aku Dino. Mungkin sebagian orang menganggap cerita ku seperti menyalahkan satu pihak saja, sebenarnya tidak. Aku pernah melakukan hal yang mungkin dia tidak mengetahui terkecuali jika dia membaca cerita ini.
Cerita ini bermula saat perguncangan hebat melanda hubungan kami. Siapa si yang tidak merasakan disaat orang terdekat kita tidak menghargai apa yang kita lakukan. Ngajak ini ditolak ngajak itu salah dikasih ini dikatain itu. Atau bahkan lebih seremnya dia melakukan hal yang dia tolak dengan orang lain.
Sewaktu kita makan aku berusaha mengajak dia untuk bersama-sama menyiapkan keperluan pengambilan video tetapi dia menolak. Yang mungkin aku tafsirkan pemikiran dia seperti ini palingan juga seperti itu biasa saja, kayak menang aja, lagian hasilnya juga jelek. Apa daya aku harus terima itu. Aku pun mengajak temanku untuk membantuku. Mereka tidak menolak tetapi mereka tidak meresponku karna mereka sibuk dengan kerperluan masih-masing.
Tanpa disangka seseorang wanita merespon ajakan ku dengan sangat antusias. Dia memuji karyaku dan menunjukkan rasa senang. Bagaikan tanaman yang layu kemudian diguyur hujan, meyegarkan. Kita memulai semuanya dengan baik, kita persiapkan semuanya. Terkadang aku juga harus menunggu dia selesai bermain dengan temannya untuk memulai diskusi. Diskusi sangat menyenangkan apalagi dengan orang yang sepihak dengan kita. Oiya sebelumnya kita berjanji karya ini selesai kita juga selesai.
Awalnya kita sepakat tiga hari untuk diskusi. Meskipun tiga hari berasa sangat menyenangkan, terkadang sehari diskusi, sehari tidak, atau setengah hari diskusi. Tiga hari penuh dengan rasanya dihargai dan diapresiasi. Hmm rasanya menyenangkan tapi tidak pada orang yang aku harapkan. Tiga hari kita telah lewati tibalah saatnya hari ke empat hari perpisahan. Ada saatnya datang ada saatnya pergi. Di hari ke empat rasanya aku tak menginginkan dia pergi bukan karena aku suka dengan dia tetapi aku suka dengan rasa penghargaan dia. Aku berusaha agar dia tidak pergi tetapi hal itu membuat dia menjadi “risih” denganku. Sejak kejadian itu aku tidak pernah bertemu kembali dengan dia.
Tak semua karyaku, kamu harus melihat
Tak semua omonganku, kamu harus dengar
Yang terpenting kamu hargai usahaku saja
August 8 2017 / 02.39 AM

Monday, 24 July 2017

CINTA TAPI BEDA



Hallo namaku Dino, salah satu mahasiswa perguruan tinggi swasta di Indonesia. Pernah gak si merasakan punya pacar yang berbeda hobi dan kesukaan dengan kita?
Ya inilah aku salah satu contohnya. Aku punya pacar namanya xoxo, sebut saja Mawar. Awal pertemuan kita asik sih lebih mengedepankan perasaan daripada  hobi. Jadi apapun yang kita lakukan pasti seru dan berkesan. Ya dengan itulah akhirnya kita pacaran sampai berberapa bulan
1-3 bulan semua berasa spesial ya walaupun kadang rasa tersakiti muncul. Tetapi masih bisa tersembuhkan dengan rasa jatuh cinta. Semua yang dianggap seru dan menyenangkan pasti kita lakukan. Disini rasa percaya dengan pasangan belum mulai muncul. Tenang aja dimasa ini semua ketidakrasa percaya dapat diatasi. Karena kita dapat saling meyakinkan satu sama lain.
3-6 bulan rasa percaya mulai tumbuh dan rasa bercita-cita untuk menuju Happy Anniversary 1st pun kita rencanakan. Kita mulai bekerja sama dalam hal apapun, semisalnya pergi ke kantin bersama, makan bersama, berangkat bersama, pulang bersama. Hahaha rasanya aneh bukan? kita lakukan semua dengan bersama-sama. Lagi-lagi rasa anehpun dapat tersisihkan. Pada bulan ini banyak kenangan indah yang dapat kita buat.
6-9 bulan, ini mungkin masa yang paling sulit, masa dimana kita mulai rasa aneh yang dulu kita sisihkan muncul. Kenapa semua yang kita lakukan harus selalu bersama?. Janji yang pernah dibuatpun tak belaku kembali. Rasa menjauhpun mulai timbul. Ada yang mengisi rasa menjauh dengan melakukan hobi. Ada yang mengisi rasa menjauh dengan rasa jatuh cinta dengan orang lain. Ataupun ada yang mengisi rasa menjauh dengan cara mendekatkan kembali.
Kali ini yang aku dan dia merasakan menjauh dengan melakukan hobi. Kita memang berbeda tipe, aku introvert dan dia ekstrovert. Aku lebih suka mengurungkan diri sendiri rumah dan enggan berinteraksi dengan orang lain. Aku lebih suka bermain kode-kode komputer sedangkan dia lebih suka bergaul dengan orang lain. Lebih menyukai alam bebas, bermain, bergembira dan tertawa.
Pada masa ini aku tertarik dengan dunia videografi. Aku mulai belajar sendiri dengan media dunia maya. Belajar sedikit demi sedikit dan akhirnya aku dapat membuat sebuah video yang menurut aku sangat menarik dan bagus. Berbeda dengan dia yang sudah bergaul dengan orang – orang yang mungkin sudah tahu lebih dunia videografi. Dia hanya menganggap video aku biasa saja tidak menarik dan bisa jadi meremehkan. Percayalah semua itu perlu tahapan dan penghargaan dari setiap tahapan tersebut. Mungkin dia bergaul disaat orang-orang tersebut sudah mencapai puncak bagaikan anak SMA melihat soal anak SD, sangatlah mudah dan biasa saja. Dari kejadian tersebut dan masalah lain yang intinya hampir sama, perkelahian pun tak terlewatkan hingga berhari-hari tanpa henti. Hingga akhirnya kitapun berpisah. (berlanjut dengan Long Distance Relationship)

(bukan cerita nyata)
7/25/2017 2.51 AM

Monday, 27 March 2017

6 (Enam) Huruf

Teruntuk kamu yang masih bersamaku saat ini. Terimakasih atas apa yang telah kamu berikan kepadaku. Aku tak tahu harus berkata apalagi dan bagaimana aku mengungkapkannya.
Hari ini hari yang terbaik untukku menuliskan semua kenangan tentangmu. Tentang bagaimana cara ku menemukan dia dan tentang bagaimana mudahnya hatiku kuserahkan untuk dia.
Cerita ini bermula saat aku tak sengaja berkontak-an dengan dia dalam satu forum diskusi yang sama. Aku dan dia saling berinteraksi. Interaksi kali ini sangatlah berbeda dengan yang lain. Mulai dari mengobrol berdua, musyawarah ataupun berbagi pendapat. Aku merasakan ada hal yang spesial dalam diri dia. Tak tahu dari mana asalnya, yang kurasakan benar-benar berbeda. Walaupun aku tahu mungkin perasaan ini hanya sesaat karna suasana saja.
Kisah ini berlanjut hingga acara telah selesai. Aku dan dia masih saling berinteraksi. Tunggu, sebelum berlanjut ada hal unik yang pernah terjadi sebelum acara berlangsung. Aku dan dia pernah makan bersama walaupun sebelumnya aku melihat dia menangis karna seseorang. Ya entah karna jatuh cinta atau apa aku tak menghiraukan hal itu. Mengerjakan tugas batik bersama, menyapu sampah setelah selesai acara itu hal bersama yang pernah kita lakukan. Meskipun kita sama-sama baru putus dengan pasangan kita masing-masing tetapi kita tak menyalahkan itu. Ya terkadang rasa tak enak menghampiri saat melihat sisa-sisa peninggalan pasangan kita dulu. Itu realita yang terjadi. Toh semua akan terlupakan dengan kebahagiaan yang kita jalani. Sikat cerita aku telah bersama dia, meskipun cara yang telah aku rencanakan untuk memiliki dia gagal.

Kini aku sudah bersama dia, banyak hal dan rintangan yang telah kita lalui. Mulai dari teman, guru, dan orang tua tak mematahkan semangat kita untuk bersama. Ada satu kejadian yang mungkin yang aku kira hanya terjadi di sinetron namun ini terjadi pada diriku dan dia. Kejadian itu mengakibatkan aku dan dia dikenali dikalangan guru-guru. Aku dan dia tak habis pikir kenapa hal itu terjadi dan lagi lagi kita tetap bersama.

Tuesday, 22 March 2016

Ketergesahaan Awal Dari Sebuah Kegagalan

Seseorang menemukan kepompong. Dilihatnya ada lubang kecil. Dia duduk dan mengamati kupu-kupu sedang berjuang dan memaksa dirinya hendak keluar dari lubang kecil itu. Selang beberapa menit, sepertinya kupu-kupu itu kelelahan. Ia telah berusaha semampunya dan ia tidak bisa lebih jauh lagi.
Seseorang itu hendak menolong kupu-kupu mengeluarkannya dari kepompong. Maka bergegaslah dia mengambil gunting lalu memotongnya. Kupu-kupu itu behasil keluar dengan mudah. Namun, tubuhnya sangat kecil, dan sayapnya pun mengkerut.
Orang tersebut berharap. Jika suatu hari, sayap kupu-kupu itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya. Namun, kenyataannya kupu-kupu itu hanya menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak. Ia tidak bisa kemanapun karna tubuhnya sangat kecil dan lemah, sayapnya pun mengkerut.
Ia tak akan pernah bisa terbang. Sungguh, bukan salah kebaikan seseorang itu. Namun, ketergesaan seseorang itulah yang salah. Terhambat keluarnya dan perjuangan keras yang dibutuhkan kupu-kupu tersebut untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu masuk ke sayap-sayapnya sehingga sayapnya akan mekar dan ia akan siap terbang setelah terbebas dari kepompong tersebut.
Ketahuilah, seperti halnya jika kita ingin sukses. Tidak selamanya kita meminta bantuan orang lain. Karena kesuksesan berasal dari ketekunan dan kerja keras. Jika kita menyerah begitu saja. Kita tidak akan pernah terbang menggapai langit, kita lumpuh karna hanya bisa memandangnya.
Janganlah pernah menyerah dan janganlah berusaha untuk bertindak kecurangan. Berusahalah seribu kali walaupun gagal. Dan jangan lupa, selalu berdoa dan tawakal kepada Tuhan. Percayalah, keberhasilan akan datang.

Tuesday, 15 December 2015

My Love, My Life !


Kutemukan cinta pada kedua orang yang umurnya terpaut satu tahun. Keahlian yang sama membuat mereka terasa begitu sempurna, menyenangkan dan idaman.
Mereka mempunyai mata yang begitu indah, saat matanya bertemu dengan mataku. Pandangannya menghancurkan jiwaku yang terasa sangat rapuh. Mereka membuatku merasa hanya diriku yang dicintai dalam dunia ini, dan mereka pula yang membuatku merasa hancur lemah tak berdaya karena cintanya.
Mungkin sifat, latar belakang, keahlian yang sama membuat mereka mencintai dan meninggalkanku dengan cara yang sama. Meski kehidupan mereka terlihat begitu sangat berbeda.
Aku mempunyai rasa dengan salah satu diantara mereka berdua, tapi aku juga masih menyisakan rasa untuk salah satu diantara mereka. Rasaku ini benar-benar mati, saat mereka berada dipandanganku. Aku tak bisa memandang mana yang baru dan mana yang dulu. Hatiku tak bisa beralih dari yang dulu. Dia yang hidup penuh dengan kesederhanaan. Mungkin aku hanya menyukainya untuk sementara waktu dan aku hanya mengaguminya. Kini seorang yang sederhana tapi pintar itu telah berubah sejak hari itu, sikapku yang tak sopan tak seperti apa yang dia harapan, mungkin itu penyebabnya. Aku tidak mau mempersalahkan itu lagi, karna hatiku telah memutuskan untuk melupakannya.
Namun hatiku serasa tidak mau menerima selain dia, orang yang telah membuat ombak pantai itu terasa begitu berarti disetiap desirannya. Mungkin aku tidak akan pernah bisa merasakan cintanya. Bagaikan seorang yang ingin merasakan terbang udara namun tak bisa. Semua ini tidak akan ku paksakan meski dia benar-benar seperti idamanku.
Aku yakin, jika dia memang bukan takdirku. Mungkin Allah SWT punya seseorang yang jauh lebih baik dari dia. Kini aku akan tetap menyukai salah satu diantara mereka, seorang yang kini memakai kacamata, sehingga membuatnya terlihat lebih mengagumkan.. Ku tak akan melukainya dengan cara aku menyukai yang lain. Saat dia terluka, akulah orang yang pertama akan merasakan lukanya, tak tau apa yang akan terjadi jika dia juga bukan takdirku, mungkin umurku tak akan cukup untuk melupakannya. Tak pernah ku mencintai seorang sedalam ini hati merasakannya.

Karya : Ayu Tungga Dewi

How are you?

Apa kabar? Sudah lama kita tak jumpa. Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak. Aku maklumi itu semua. Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? Entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.
Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak. Untuk apa. Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan itupun tidak. Sama sekali tidak.
Aku menulis semua ini hanya karena rindu. Tak pernahkah kau merasakannya juga? Aku harap kau sempat merindukanku walau hanya sebentar. Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa bahagia. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.
Cinta ini hanyalah cinta monyet. Cinta yang tumbuh di masa sekolah. Cinta yang terus tumbuh hanya karena memandang dari jauh. Cinta yang terus tumbuh ketika kita bertukar sapa dan senyum. Aku masih bisa merasakannya walaupun hanya sedikit mengingatnya.
Aku masih ingat betapa lucunya saat pertama kali aku melihatmu. Kita terlihat canggung. Lalu saling tersenyum.
Aku tidak peduli, apakah aku cinta pertamamu atau bukan. Aku menyimpan memori dalam hidupmu atau tidak. Yang aku tahu aku merasakannya. Cukup aku.
Kau juga bukan kekasih pertamaku atau kedua. Tapi percayalah. Kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya. Kau membuat aku belajar untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai. Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan.
Maaf aku sempat membuatmu muak. Dengan sikapku. Yang sering berdrama dengan segala masalah. Kau selalu mengingatkanku. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu.
Aku ingat, kita memulai dengan cara yang salah. Entah aku, atau kamu. Tapi aku tak menyalahkan siapapun, karena untuk masalah perasaan semua orang akan merasa benar. Meskipun penuh kebohongan dan ketidakpedulian. Cukup aku saja yang tau maksud semuanya.
Perjalanan memang kadang membuat aku terbang lalu jatuh. Dan terimakasih, kamu telah menjadi perjalananku. Hidup kadang terasa manis seperti gulali yang aku beli di taman hiburan, tapi ada masanya terasa pahit sama seperti aku yg tidak sengaja menyesap ampas kopi. Dan kamu telah menjadi keduanya di saat yang bersamaan. Sekali lagi, terimakasih. Untuk pernah hadir lalu pergi.
Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu, tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya. Aku sedang tersenyum, percayalah. Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi. Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin? Hahaha aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak kanakan lagi. Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja. Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda. Dan harapan terakhirku adalah suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Tak ada lagi kecanggungan. Lalu berbincang.

Saturday, 21 November 2015

What is Love?



Cinta itu memikirkan yang dicintai. Bukan hanya kemaren dan kini tapi nanti. Mari kita berbicara tentang masa depan agar hari esok yang dijelang bukan sebuah kesengsaraan. Ada hal yang jelas harus dipersiapkan. Mana yang boleh dilakukan dan mana yang harus dihindarkan.
Bila engkau lelaki, engkau harus tau arah saat melangkah. Bila engkau perempuan, seharusnya engkau tau cara bertingkah. Kita bicara tentang masa depan karena ia tak semudah yang dibayangkan. Dan tidak sesulit yang dibicarakan. Setiap perempuan pasti menginginkan lelaki yang bertanggungjawab. Yang menghargai kelebihan kebaikannya. Dan yang memaafkan kekurangannya. Perempuan mana yang tidak ingin lelaki berbudi pekerti. Baik hati, tinggi hati, lulus iman. Yang memiliki kelembutan. Dengan pasangannya dia mesra.
Lelaki mana yang tidak suka dengan perempuan yang cendi-cendekia yang lagi berparas menawan. Yang lisannya seanggun geraknya. Lelaki yang baik pasti menyukai perempuan yang lemah lembut lagi santun. Pintar membahagiakan pasangannya dengan perhatian. Tidak tamak harta dan selalu menjaga kehormatan. Lelaki mana yang tidak memimpikan pasangannya mendukunnya dalam kebaikan. Dan mengeluarkan kebaikannya. Dirindunkan bila ditinggal menyenangkan bila berjumpa.
Sayangnya di jaman sekarang banyak lelaki dan perempuan memperhatikan fisik bukan isi. Perhatikan badan bukan iman. Menjadikan kebahagiaan materialis sebagai tujuan tertinggi. Hanya peduli nikmat hanya sebatas kulit. Wajar jika kita lihat dimana-mana banyak lelaki dan perempuan menjadi miskin tanggung jawab dan fakir komitmen. Bila mereka tak lulus dari tanggung jawab dan komitmen. Merekalah yang akhirnya masuk ke dunia pacaran. Cinta disempitkan dalam arti pacaran. Terbatas pada rayuan palsu dan gandengan tangan.
Bagaimana bisa mereka yang sudah memahami bahwa pacaran adalah hal yang dilarang Allah SWT. Memaksa dengan berbagai alasan agar engkau berbagi dosa dengan dia. Melawan Allah SWT.
Sebelum halal saja dia sudah berani katakan sayang kepadamu. Jangan heran setelah menikah dia berani mengatakan itu dengan wanita-wanita lain toh sama saja bermaksiat dengan Allah SWT. Jika sebelum akad saja dia sudah berani melabuhkan tangannya ke tubuhmu. Jangan heran bila setelah menikan dia berani melakukan itu dengan wanita-wanita lain toh sama saja dosa kepada Allah SWT. Yang tiada takut dosa saat sebelum menikah. Tentunya jangan harap jika mereka takut dosa setelah menikah.